Saturday, January 10, 2009

satu jam yang lalu.....

-satu jam yang lalu...-

satu jam yang lalu aku merasa semuanya terlihat baik-baik saja. aku mencoba menyelesaikan semua pekerjaanku dengan baik, yah, aku rasa itu adalah cara terbaik yang pernah aku tahu. aku cukup sibuk dengan segala pekerjaan yang menumpuk. dengan segala ide-ide yang belum terealisasikan. dengan pertanyaan-pertanyaan yang sedaritadi hanya berlalu lalang saja dalam otakku.
humm...aku ingin menulis apa? yang selanjutnya dariku. aku tampak bingung. kerepotan malah..berusaha mencari kata yang tepat untuk mendeskripsikan diriku selanjutnya.
satu menit sudah habis diberikan untukku. tak ada kata yang berhasil aku temukan. humm...aku memutar otakku kemudian terperangah. sepertinya bahkan aku tak punya otak untuk berpikir. blehkah aku tertawa untuk diriku sendiri??

------
"urus urusan sendiri!!!!"
dua pesan yang kutrima satu jam sesudah aku terlalu pusink tentang deskripsi diriku. pesan dengan kata-kata yang sama. aku tak mengerti apa maksud dari pesan itu.
akankah aku peduli dengan dua pesan itu? yang jelas hanya ada dua jawaban antara aku peduli dan tidak.
terbukti aku peduli dengan pesan singkat di handphoneku itu. aku mulai kelabakan, aku harus apa? apa maksud dari kata-kata itu? akankah aku akan berjalan sendiri?
humm....
------

aku baru saja menyadari bahwa satu jam yang lalu aku masih memikirkan bagaimana mendeskripsikan diriku dan aku ingin melakukan apa terhadap diriku sendiri. aku kemudian kembali berpikir untuk berpikir tentang diriku sendiri. lalu kemanakah pesan singkat satu jam setelahnya. aku rasa aku tak perlu bersahabat dengan pesan itu. sebaiknya aku mulai melupakannya. walau sebenarnya cukup mengganggu untukku.







-masi ada lanjutannya tapi nanti ia.,,sabar2-

Friday, January 9, 2009

kosong.,,,

-----












----benar-benar kosong dan tak terlihat----

Thursday, January 8, 2009

rupa-rupa munafik.....#2

tidak ada yang berubah dari penyelamatku itu. tetap tak bergeming dengan segala kepalsuan yang ada dan melekat, mungkin bahkan terpatri, baik untuknya maupun untukku. kami berjalan diantara kebohongan-kebohongan yang ada. di atas jalan kepalsuan dan di bawah naungan ketidakpercayaan.
lama bagiku untuk berpikir. huft....rupa munafik dalam dirinya itu ada dalam diriku. melekat erat, menjerat hingga merasuk sangat dalam. betapa tidak, aku tetap mengagungkan penyelamatku itu. walupun dengan jelas ia terbelenggu rupa ketidakjujuran. semua yang ada dalam dirinya adalah kebohongan. bukan hanya dia yang memakai topeng jalang itu. tapi diriku pun memakainya!!
aku terlihat konyol dengan kemunafikan diriku sendiri. tidak bisa terlepas dari genggamanya. munafik ini bersatu. membentuk dunianya yang baru. dunia yang dianggap merupakan tempat yang nyaman bagiku dan baginya.
terimakasih telah melekatkan topeng itu pada wajahku, penyelamatku.....

haduh ako pgn curhat.,

haduh aku letih sekali.,
tugas-tugas dan tugas.,

capek sekali.,pengen cepet lulus saja..


dah cuma mao curhat itu saja.,,

Monday, January 5, 2009

rupa-rupa munafik...

" muka itu topeng...hidung itu palsu..telinga itu imitasi...mulut itu hanya sebagian dari kebusukan barang palsu... "

kata yang terlontar dari temanku. selalu membuat aku selalu memikirkannya. tapi apakah semua itu hanya bentuk kepalsuan belaka? hanya alibi busuk dari orang yang ku anggap penyelamatku. aku berpikir dan terus berpikir. tak ada satupun jawaban yang bisa tertangkap oleh daya otakku. kenapa semua itu harus imitasi? harus palsu? dan haruskah wajah itu memakai topeng?
kata-kata yang keluar dari mulut sang penyelamat itu membuat aku melayang. entah kemana aku akan menyadari aku tidak berpijak pada kakiku sendiri. jauh...jauh....hingga aku tak menyadari bahwa dia sudah membawaku ke dunianya dan aku sama sekali tidak tau bagaimana mencari jalan untuk pulang. aku terjebak? aku pikir tidak. aku sangat menikmatinya.
namun ketika aku mulai terhempas, aku sadar aku tidak bisa bangki lagi. dimanakah penyelamatku itu? dialah yang menghempaskan aku dengan segala kepalsuan yang melekat pada dirinya. apakah ini menyakitkan? aku bahkan tak mengerti apa itu sakit dan bahagia. jangan mempertanyakan itu.
dia berteriak aku hanyalah rupa kebohongan bagi dirinya! baginya aku adalah makhluk kepalsuan...tak ada yang asli dariku baginya. sampah mungkin..ataukah hanya seonggok tipu daya? aku merintih....kesakitan.,terlalu sakit malah. terlalu busukkah diriku baginya? sampai-sampai ia tak mau memandangku? dam menganggap semua yang keluar dari otakku hanyalah kebohongan. yang tak kupahami sampai saat ini dan mungkin baru aku sadari, dia lah rupa munafik yang sebenarnya!!! rupa yang mampu menghempaskan aku hingga terjerembab tak berdaya di bawah topeng rupanya yang suci.
kenapa?
kenapa?
dan kenapa??
tanya yang mungkin tak terjawab olehku. mungkin tak kan pernah bisa. orang munafik mengatai orang munafik. maling teriak maling. ahhh..itu hanya sampah!!! munafik terbelenggu di antara kemunafikan. meradang..
owh penyelematku...kenapa tak kau lepaskan saja topengmu itu? apakah kau tak kehabisan tenaga? tersedot oleh topeng jalang itu?!!! berhentila terkungkung dari duniamu yang penuh dengan kemunafikan yang fana. kau berteriak munafik padaku, lalu sebutan apa yang harus aku lontarkan padaaamu?? ataukah mungkin kau tercipta dengan nama munafik di nama belakangmu?
kau pikir aku akan marah jika kau memberi tahu aku darimana kau mendapat topeng itu? di balik rupa munafikmu yang keji meneriakkan kata munafik kepadaku, aku hanya bisa merintih. namun aku pun tak sanggup lepas dari jerat penyelamatku ini..begitu banyak hal yang berharga. lepskan topeng itu!!! aku mohon!! menjauhlah dari rupa-rupa munafik itu...!!! demi aku yang mungkin hanya bisa berharap menatap penyelamat kembali tersenyum padaku.... tanpa caci maki busuk itu..



...untuk seseorang yang mungkin mengalami kesakitan luar biasa di luar sana.sakit jiwa katanya padaku..

Sunday, January 4, 2009

ma luv..

-UNTITLED-

Cinta...Cinta itu bagai sebatang rokok
Disaat api tersulut, disitulah kau mulai merasakannya
Setiap hisapan, demi hisapan...
Asap mengepul...
Menyakitkan...
Tapi itulah kenikmatan cinta..
Mematikan,
Candu kebahagiaan...kunci rapat bunyi lidahmu..
Disaat api mulai memburu...
Cinta kian terasa, nikmatnya...
Hingga saat sebatang rokot itu menjadi debu asa,
Menemukan kenikmatan cinta tiada tara..

Monday, December 15, 2008

sampah ini menagis,lagi dan lagi....

aku heran, aku capek, lelah, jenuh,,,hhh....tapi kenapa aku masih bertahan..??
seperti biasa aku mulai menata kembali hidupku yang terkoyak karenanya, orang yang ku anggap dewa. yang aku puja dan sembah serta aku agungkan layaknya dia adalah Tuhan yang memberi aku nikmat hidup.
aku menemukan orang yang mulai bisa aku panggil dia malaikatku.tapi dia mengenalkan dirinya adalah monster.ah aku sungguh menyukainya.monster lucu yang membahagiakan aku yang sedang terpuruk.tapi aku merasa ada yang salah. aku bingung tapi aku merasa kurang tepat. entah kenapa aku merasa bahwa bukan aku yang memainknnya tapi dia yang memainkanku layaknya aku adalah bonekanya.
aku telihat bodoh dengan permainannya.aku seperti boneka yang tidak berdaya. yang hanya bergantung pada tali yang dia rengkuh kemudian dengan lincahnya dia memainkan semuanya.aku tampak dungu ketika aku tak bisa menjadi pemeran dalam duniaku sendiri.terlihat lucu, bodoh, terlihat seperti seonggok tai.
aku memang tai.tai tidak berhak meminta lebih.minta untuk diperhatikan, disanjung, bahkan aku pun tak layak untuk "dianggap".yah...karna aku hanya seonggok tai bodoh yang tak berdaya.
aku pikir aku bisa merasakan surga dengannya.aku pikir aku bisa kembali berdamai dengan kehidupanku.kembali bercinta dengan kenikmatanku.aku pikir dia monster yang bisa menemaniku menghancurkan bumi.bersama-sama meninggalkan kemunafikan.bersama-sama meninggalkan kebisingan dunia yang bejat ini.menjadi bangsad yang saling bercinta di tengah kerumunan orang-orang munafik!
aku pikir dia benar-benar merengkuhku ke liang keliarannya yang membuat aku merasakan kesegaran seperti darah perawan yang ditumpahkan.aku pikir dia lah orang yang membebaskan aku dari jeratan iblis yang liar dan tak terkendali.menekan nafsuku yang begelincang tiada batasnya.
yah....dan aku memang hanya sekedar berpikir.aku salah, tiada yang benar.ketika aku tau kemunafikan itu ada dan muncul.itu bukan dari orang-orang pendendam itu melainkan dia, sang monster yang ku anggap dia dewa penyelamatku.untuk apa aku menyanjungnya jika dia pun tak menganggapku?untuk apa aku mendewakannya jika dia pun tak mengindahkan aku??dan untuk apa aku menjadi seonngok sampah di matanya?jika sampah ini pun sama sekali tak berarti apa-apa...
aku mungkin memang sampah, mungkin aku memang tai, mungkin aku memang bajingan!tapi apakah sampah ini, tai ini, bajingan ini tak bisa menangis??menjerit,diam,lelah dan terluka??
sampah ini terdiam, dia hanya bisa menatap lagit suram dibawah kaki sang pencipta.melihat sang monster bahagia tanpa kehadiran sang sampah.sang monster berdiri bahagia.aku hanya heran terdiam....menanti sesaat kemudian menyadari...hhh..memang dia tidak menganggapku.bahkan dia tidak sadar aku disampingnya.selalu...walau tak terlihat...